https://www.facebook.com/Zhafir.M

Join Us

Wednesday, 20 April 2016

Makalah Ilmu kalam : Apa Itu Ilmu Kalam



ILMU KALAM






Disusun Oleh :
Ihksan Pajri
Azharul Firdaus


Dosen Pembimbing :
Fatkul Chodir, M.H.I





FAKULTAS DAKWAH
PROGAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
INSTITUT KH. ABDUL CHALIM
2015/2016








ILMU KALAM
( MAKALAH ILMU KALAM )



Diajukan untuk memenuhi syarat
tugas mata kuliah Ilmu Kalam.




 



















Disusun Oleh :
Ihksan Pajri
Azharul Firdaus





FAKULTAS DAKWAH
PROGAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
INSTITUT KH. ABDUL CHALIM
2015/2016





KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang Maha Esa, yang mana Allah telah menciptakan manusia dengan bekal akal pikiran sebagai makhluk unggul di alam semesta. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi yang telah membawa kita dari alam jahiliyah menuju ilahiyah, yakni Nabi Muhammad saw.
Alhamdulillah, dengan kelegaan hati serta mengucapkan hamdalah kami mampu menyelesaikan makalah ilmu kalam ini, yang mana pembuatannya membutuhkan proses kajian-kajian serta serta referensi walau dalam pembuatannya sempat tersendat-sendat serta terbatasnya waktu yang dimiliki, namun akhirnya makalah sederhana ini dapat dirampungkan sesuai target. Kami ucapkan beribu-ribu terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan berupa saran dan masukan dalam pembuatan makalah ini, terutama teman kami Majid Husain  yang telah bersedia membantu kami ketika menghadapi kesulitan dalam pembuatan makalah ini. Terima kasih juga kami ucapkan kepada petugas perpustakaan Institut KH. Abdul Chalim Mojokerto yang dengan senang hati membiarkan kami bolak-balik memasuki “area kekuasaannya.”
 Akhirnya, kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat kata-kata dalam penulisan ini yang dapat menyinggung pihak tertentu. Kami sadar, dalam makalah ini masih banyak kesalahan serta kekurangan disana-sini. Kritik serta saran membangun dengan senang hati akan kami terima untuk dijadikan pengalaman serta pecutan untuk terus mengasah kemampuan kami.



Mojokerto, 18 Maret 2016








           

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................... 2
KATA PENGANTAR....................................................................... 3
DAFTAR ISI..................................................................................... 4
BAB I : PENDAHULUAN
        A.  Latar Belakang..................................................................... 5
        B.  Rumusan Masalah................................................................. 5
        C.  Tujuan................................................................................... 5
BAB II : PEMBAHASAN
        A.  Pengertian Ilmu Kalam......................................................... 6
 B.  Sumber-Sumber Ilmu kalam………...……..........................7
 C.  Sebab Timbulnya Ilmu Kalam..............................................8
BAB III : PENUTUP
 A.  Kesimpulan........................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA........................................................................ 10










BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dewasa ini, telah banyak berbagai aliran-aliran yang lahir dalam ranah dunia dengan konsep ideologi yang berbeda-beda. Hal ini tentunya akan berujung kepada perpecahan dan pertikaian jika tidak memiliki landasan dalam ber-ideologi. Disinilah ilmu kalam berperan sebagai landasan ber-ideologi.
Sebagai pemuda muslim, sudah seharunya kita mempelajari ilmu kalam agar tidak tergerus oleh derasnya perkembangan zaman, tidak mudah menyalahkan berbagai pihak, tidak mudah menghukumi kafir pihak lain. Karena dengan mempelajari ilmu kalam akan menuntun kita untuk terus mengasah pemikiran kita dalam mengahadapi problematika yang semakin kompleks sehingga menuntun kita untuk menjadi pemuda muslim yang bijaksana.


B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1)      Apa Itu Ilmu Kalam ?
2)      Apa Saja  Sumber-Sumber Ilmu Kalam ?
3)      Apa Yang Menyebabkan Timbulnya Ilmu Kalam ?

C.       Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah :
1)      Mengetahui Apa Itu Ilmu Kalam.
2)      Mengetahui Sumber-Sumber Ilmu Kalam.
3)      Mengetahui Pemyebab Timbulnya Ilmu Kalam




BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Ilmu Kalam

Ilmu Kalam[1] secara bahasa berasal dari bahasa arab “الكلام   yang berarti pembicaraan, perkataan. Menurut Istilah, kalam ialah suatu kajian ilmu yang mencari kebenaran tentang ketuhanan dan yang berkaitan dengan-Nya dengan mengedepankan rasionalitas serta nalar manusia.

Ibnu Khaldun mengatakan ilmu kalam adalah ilmu yang memuat beberapa alasan untuk mempertahankan keimanan agama Islam dengan menggunakan dalil-dalil aqli (pikiran), serta memuat pula bantahan terhadap orang yang mengingkarinya dan berbeda pandangan dengan pemahaman salaf dan ahli sunah. Sedangkan menurut Syekh Muhammad Abduh, ilmu kalam ialah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat-sifat wajib yang ada bagi-Nya, sifat-sifat jaiz yang disifatkan bagi-Nya, dan sifat-sifat yang tidak ada bagi-Nya. Selain itu, ilmu kalam juga membahas tentang rasul-rasul Allah untuk mentapkan kebenaran risalahnya, apa yang wajib ada pada dirinya, hal-hal yang jaiz yang dihubungkan kepada diri mereka.

Jadi, ilmu kalam merupkan disiplin ilmu keislaman yang banyak mengedepankan pembicaraan mengenai ketuhanan, yang mana pembicaraan tersebut mengarah sampai pada pembicaraan yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi, baik secara rasional (aqli) maupun naqliyah2.



B.   Sumber-Sumber Ilmu Kalam
            Adapun sumber-sumber ilmu kalam itu ada 4, yaitu :
  1. Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan sumber pertama dalam ilmu kalam. Karena Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Sebagai petunjuk bagi seluruh makhluk terutama bagi umat Islam. Al-Qur’an sendiri banyak menyinggung mengenai ketuhanan, diantaranya Q.S. Al-Fath ayat 10 serta Q.S. Thaha ayat 39. Yang mana dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Allah memiliki tangan serta wajah. Hal ini tentu bertentangan dengan sifat wajib Allah bahwa Allah berbeda dengan makhluknya. Dalam hal ini para ulama menafsirkan “tangan” tersebut sebagai kekuasaan Allah yang tiada batas, sedangkan “mata” ulama menafsirkan Allah Maha Mengetahui serta Maha Mengawasi, tidak ada satupun yang luput dari pengawasan-NYA.
  1. Hadits
Hadits ialah segala sesuatu yang datang dari nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, serta sifat-sifat beliau. Hadits merupakan sumber ilmu kalam yang kedua setelah Al-Qur-an, yang bertujuan untuk menjelaskan hukum-hukum yang tidak dijelaskan dalam Al-Qur’an. Contoh hadits yang dipahami sebagian ulama sebagai prediksi Nabi mengenai kemunculan berbagai golongan dalam ilmu kalam. “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulallah saw. telah bersabda :”Orang-orang Yahudi akan terpecah-belah menjadi 72 golongan,dan umatku akan terpecahakan terpecah menjadi 73 golongan. Semua golongan akan masuk neraka kecuali satu golongan.” Kemudian sahabat bertanya “Siapakah mereka itu wahai Rasulallah ?” Rasulallah menjawab Mereka adalah ahlu sunnah wal jama’ah.”
Beberapa ulama ada yang mengatakan keberadaan hadits ini pada dasarnya merupakan prediksi Nabi dengan melihat apa yang tersimpan dalam hati para sahabat. Jadi, maksud dari hadits tersebut sebagai peringatan bagi para sahabat dan umat Nabi tentang bahayanya perpecahan dan pentingnya persatuan.


  1. Pemikiran Manusia
Sebelum filsafat Yunani masuk dan berkembang di dunia Islam, umat Islam sendiri telah menggunakan pemikiran rasionalnya untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan ketuhanan, alam semesta, dan ayat-ayat al-Qur’an terutama yang belum jelas maksdunya (al-mutasyabihat).

d.      Insting
            Secara Instingtif, manusia selalu ingin bertuhan. Abbas Mahmoud Al-Akkad mengatakan bahwa keberadaan mitos merupakan asal-usul agama dikalangan orang-orang primitif. Tylor sendiri mengatakan bahwa animisme, anggapan adanya kehidupan pada benda-benda mati merupakan asal-usul kepercayaan adanya Tuhan. Adapun Spencer mengatakan ia mengatakan bahwa pemujaan terhadap nenek moyang merupakan bentuk ibadah yang paling tua. Keduanya menganggap bahwa animisme dan pemujaan terhadap nenek moyang sebagai asal-usul kepercayaan dan ibadah tertua terhadap Tuhan Yang Maha Esa, lebih dilatarbelakangi oleh adanya pengalaman setiap manusia yang suka mengalami berbagai kejadian dalam kehidupannya, baik itu peristiwa alam, interaksi antar dimensi maupun melalui mimpi.
             Jadi, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan adanya Tuhan, secara instingtif sudah ada sejak keberadaan manusia pertama. Bahkan seyakin-yakinnya orang tersebut bahwa ia tidak bertuhan atau Tuhan itu tidak ada namun hati nurani berkata lain.

C.  Sebab Timbulnya Ilmu Kalam
Munculnya ilmu kalam sendiri tidak luput dari  sejarah perpecahan prinsip teologi umat Islam yang dipicu oleh masalah politik. Perpecahan tersebut terjadi sejak diangkatnya Utsman bin Affan sebagai khalifah  dan mengambil kebijakan mengangkat anggota keluarganya untuk menduduki posisi dalam struktur politik dan jabatan penting, sehingga sebagian besar masyarakat Islam tidak senang dengan kebijakan tersebut. Puncaknya adalah saat Khalifah Utsman bin Affan terbunuh saat sedang membaca Al-Qur’an dirumahnya.
Setelah khalifah Ustman bin Affan terbunuh, maka kembali diumumkan pergantian kekhalifahan selanjutnya dengan terpilihnya Ali bin Abu Thalib sebagai khalifah. Pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib, masalah politik semakin meruncing. Banyak dari pendukung Khalifah Ali yang berubah haluan menjadi pemberontak karena kekecewaan mereka atas persetujuan Khalifah Ali menerima genjatan senjata dengan Mu’awiyah. Pada masa inilah cikal bakal munculnya aliran teologi Islam berkembang. Diantaranya Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Asy’ariyah, Maturidiyah,  Syi’ah dan sebagainya.




BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Setelah melihat pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa ilmu kalam merupakan  kajian disiplin ilmu keislaman yang membahas masalah ketuhanan dengan mengedepankan rasionalitas dan nalar manusia. Hal ini tentunya berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Hadits disertai pemikiran dan insting manusia. Cikal bakal ilmu kalam sudah ada sejak zaman para sahabat yang kelak melahirkan berbagai aliran-aliran seperti Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Asy’ariyah, Maturidiyah,  Syi’ah dan sebagainya.







DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Rosihon, Ilmu Kalam (Bandung: Pustaka Setia, 2003).
Anwar, Rosihon; Solihin, M, Ilmu Tasawwuf  (Bandung: Pustaka Setia, 2014)
Anonim, www.wikipedia.com
Anonim, santriuniversitas.blogspot.com


1.       Orang banyak  menyebut ilmu kalam dengan istilah teologi, sebuah istilah yang diambil dari bahasa Inggris “theo  (artinya Tuhan) dan “logos  (artinya Ilmu). Jadi, teologi adalah ilmu tentang ketuhanan. Namun, penyamaan istilah ilmu kalam dengan teologi tampaknya kurang tepat. Alasannya, istilah ilmu kalam lebih spesifik bagi umat Islam, sedangkan teologi lebih bemakna luas, bisa mencakup seluruh agama selagi masih berbicara tentang ketuhanan. Kalau orang menyebut teologi, semestinya digandengkan dengan atribut atau keterangan di belakangnya, misal teologi Islam, teologi Kristen, teologi Yahudi, dan sebagainya. (Ilmu Tasawwuf, Prof. Dr. M. Solihin; M.Ag. Prof. Dr. Rosihon Anwar,M.Ag. hal.95 dengan pengubahan seperlunya.)
2.       Ibid.

No comments:

Post a Comment