ILMU KALAM
Disusun Oleh :
Ihksan Pajri
Azharul Firdaus
Dosen Pembimbing :
Fatkul Chodir, M.H.I
FAKULTAS DAKWAH
PROGAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
INSTITUT KH. ABDUL CHALIM
2015/2016
ILMU KALAM
( MAKALAH
ILMU KALAM )
Diajukan untuk memenuhi syarat
tugas mata kuliah Ilmu Kalam.
Disusun Oleh :
Ihksan Pajri
Azharul Firdaus
FAKULTAS DAKWAH
PROGAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
INSTITUT KH. ABDUL CHALIM
2015/2016
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang Maha Esa, yang mana Allah telah
menciptakan manusia dengan bekal akal pikiran sebagai makhluk unggul di alam
semesta. Sholawat serta
salam semoga tercurahkan kepada nabi yang telah membawa kita dari alam
jahiliyah menuju ilahiyah, yakni Nabi Muhammad saw.
Alhamdulillah, dengan kelegaan hati
serta mengucapkan hamdalah kami mampu
menyelesaikan makalah ilmu kalam ini, yang mana pembuatannya membutuhkan proses
kajian-kajian serta serta referensi walau dalam pembuatannya sempat
tersendat-sendat serta terbatasnya waktu yang dimiliki, namun akhirnya makalah
sederhana ini dapat dirampungkan sesuai target. Kami ucapkan beribu-ribu terima
kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan berupa saran dan masukan
dalam pembuatan makalah ini, terutama teman kami Majid Husain yang telah bersedia membantu kami ketika
menghadapi kesulitan dalam pembuatan makalah ini. Terima kasih juga kami
ucapkan kepada petugas perpustakaan Institut KH. Abdul Chalim Mojokerto yang
dengan senang hati membiarkan kami bolak-balik memasuki “area kekuasaannya.”
Akhirnya,
kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat kata-kata dalam penulisan ini
yang dapat menyinggung pihak tertentu. Kami sadar, dalam makalah ini masih
banyak kesalahan serta kekurangan disana-sini. Kritik serta saran membangun dengan
senang hati akan kami terima untuk dijadikan pengalaman serta pecutan untuk
terus mengasah kemampuan kami.
Mojokerto, 18 Maret 2016
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................... 2
KATA PENGANTAR....................................................................... 3
DAFTAR ISI..................................................................................... 4
BAB
I : PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang..................................................................... 5
B.
Rumusan Masalah................................................................. 5
C. Tujuan................................................................................... 5
BAB
II : PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmu
Kalam......................................................... 6
B. Sumber-Sumber
Ilmu kalam………...……..........................7
C. Sebab Timbulnya Ilmu Kalam..............................................8
BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA........................................................................ 10
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini, telah banyak berbagai aliran-aliran yang lahir dalam ranah
dunia dengan konsep ideologi yang berbeda-beda. Hal ini tentunya akan berujung
kepada perpecahan dan pertikaian jika tidak memiliki landasan dalam
ber-ideologi. Disinilah ilmu kalam berperan sebagai landasan ber-ideologi.
Sebagai pemuda muslim, sudah seharunya kita mempelajari ilmu kalam agar
tidak tergerus oleh derasnya perkembangan zaman, tidak mudah menyalahkan
berbagai pihak, tidak mudah menghukumi kafir pihak lain. Karena dengan
mempelajari ilmu kalam akan menuntun kita untuk terus mengasah pemikiran kita
dalam mengahadapi problematika yang semakin kompleks sehingga menuntun kita
untuk menjadi pemuda muslim yang bijaksana.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1) Apa Itu Ilmu Kalam ?
2) Apa Saja Sumber-Sumber
Ilmu Kalam ?
3) Apa Yang Menyebabkan Timbulnya Ilmu Kalam ?
C.
Tujuan
Tujuan dibuatnya
makalah ini adalah :
1) Mengetahui Apa Itu Ilmu Kalam.
2) Mengetahui Sumber-Sumber Ilmu Kalam.
3) Mengetahui Pemyebab Timbulnya Ilmu Kalam
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmu Kalam
Ilmu
Kalam
secara bahasa berasal dari bahasa arab “الكلام “ yang berarti pembicaraan, perkataan. Menurut Istilah, kalam ialah suatu
kajian ilmu yang mencari kebenaran tentang ketuhanan dan yang berkaitan dengan-Nya
dengan mengedepankan rasionalitas serta nalar manusia.
Ibnu Khaldun mengatakan ilmu kalam
adalah ilmu yang memuat beberapa alasan untuk mempertahankan keimanan agama
Islam dengan menggunakan dalil-dalil aqli
(pikiran), serta memuat pula bantahan terhadap orang yang mengingkarinya dan
berbeda pandangan dengan pemahaman salaf dan ahli sunah. Sedangkan menurut
Syekh Muhammad Abduh, ilmu kalam ialah ilmu
yang membahas
tentang wujud Allah, sifat-sifat wajib yang ada bagi-Nya, sifat-sifat jaiz yang
disifatkan bagi-Nya, dan sifat-sifat yang tidak ada bagi-Nya. Selain itu, ilmu
kalam juga membahas tentang rasul-rasul Allah untuk mentapkan kebenaran
risalahnya, apa yang wajib ada pada dirinya, hal-hal yang jaiz yang dihubungkan
kepada diri mereka.
Jadi, ilmu
kalam merupkan disiplin ilmu keislaman yang banyak mengedepankan pembicaraan
mengenai ketuhanan, yang mana pembicaraan tersebut mengarah sampai pada
pembicaraan yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi, baik secara rasional
(aqli) maupun naqliyah2.
B.
Sumber-Sumber
Ilmu Kalam
Adapun sumber-sumber ilmu kalam itu
ada 4, yaitu :
- Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan sumber pertama dalam ilmu kalam.
Karena Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah yang diturunkan kepada nabi
Muhammad saw. Sebagai petunjuk bagi seluruh makhluk terutama bagi umat Islam.
Al-Qur’an sendiri banyak menyinggung mengenai ketuhanan, diantaranya Q.S.
Al-Fath ayat 10 serta Q.S. Thaha ayat 39. Yang mana dalam surat tersebut
dijelaskan bahwa Allah memiliki tangan serta wajah. Hal ini tentu bertentangan
dengan sifat wajib Allah bahwa Allah berbeda dengan makhluknya. Dalam hal ini
para ulama menafsirkan “tangan” tersebut sebagai kekuasaan Allah yang tiada
batas, sedangkan “mata” ulama menafsirkan Allah Maha Mengetahui serta Maha
Mengawasi, tidak ada satupun yang luput dari pengawasan-NYA.
- Hadits
Hadits ialah segala
sesuatu yang datang dari nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan,
serta sifat-sifat beliau. Hadits merupakan sumber ilmu kalam yang kedua setelah
Al-Qur-an, yang bertujuan untuk menjelaskan hukum-hukum yang tidak dijelaskan
dalam Al-Qur’an. Contoh hadits yang dipahami sebagian ulama sebagai prediksi
Nabi mengenai kemunculan berbagai golongan dalam ilmu kalam. “Diriwayatkan dari
Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulallah saw. telah bersabda :”Orang-orang Yahudi
akan terpecah-belah menjadi 72 golongan,dan umatku akan terpecahakan terpecah
menjadi 73 golongan. Semua golongan akan masuk neraka kecuali satu golongan.”
Kemudian sahabat bertanya “Siapakah mereka itu wahai Rasulallah ?” Rasulallah menjawab
“Mereka adalah ahlu sunnah wal jama’ah.”
Beberapa ulama ada yang
mengatakan keberadaan hadits ini pada dasarnya merupakan prediksi Nabi dengan
melihat apa yang tersimpan dalam hati para sahabat. Jadi, maksud dari hadits
tersebut sebagai peringatan bagi para sahabat dan umat Nabi tentang bahayanya
perpecahan dan pentingnya persatuan.
- Pemikiran
Manusia
Sebelum filsafat Yunani masuk dan
berkembang di dunia Islam, umat Islam sendiri telah menggunakan pemikiran
rasionalnya untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan ketuhanan, alam semesta, dan
ayat-ayat al-Qur’an terutama yang belum jelas maksdunya (al-mutasyabihat).
d.
Insting
Secara
Instingtif, manusia selalu ingin bertuhan. Abbas Mahmoud Al-Akkad mengatakan
bahwa keberadaan mitos merupakan asal-usul agama dikalangan orang-orang
primitif. Tylor sendiri
mengatakan bahwa animisme, anggapan
adanya kehidupan pada benda-benda mati merupakan asal-usul kepercayaan adanya
Tuhan. Adapun Spencer mengatakan
ia mengatakan bahwa
pemujaan terhadap nenek moyang merupakan bentuk ibadah yang paling tua. Keduanya
menganggap bahwa animisme dan pemujaan terhadap nenek moyang sebagai asal-usul
kepercayaan dan ibadah tertua terhadap Tuhan Yang Maha Esa, lebih
dilatarbelakangi oleh adanya pengalaman setiap manusia yang suka mengalami berbagai kejadian dalam kehidupannya, baik itu peristiwa
alam, interaksi antar dimensi maupun melalui mimpi.
Jadi, dapat disimpulkan
bahwa kepercayaan adanya Tuhan, secara instingtif sudah ada sejak keberadaan manusia pertama. Bahkan
seyakin-yakinnya orang tersebut bahwa ia tidak bertuhan atau Tuhan itu tidak
ada namun hati nurani berkata lain.
C.
Sebab Timbulnya Ilmu Kalam
Munculnya ilmu
kalam sendiri tidak luput dari sejarah
perpecahan prinsip teologi umat Islam yang dipicu oleh masalah politik.
Perpecahan tersebut terjadi sejak diangkatnya Utsman bin Affan sebagai khalifah dan mengambil
kebijakan mengangkat anggota keluarganya untuk menduduki posisi dalam struktur
politik dan jabatan penting, sehingga sebagian besar masyarakat Islam tidak senang
dengan kebijakan tersebut. Puncaknya adalah saat Khalifah Utsman bin Affan
terbunuh saat sedang membaca Al-Qur’an dirumahnya.
Setelah khalifah Ustman bin Affan terbunuh, maka kembali diumumkan
pergantian kekhalifahan selanjutnya dengan
terpilihnya Ali bin Abu Thalib sebagai khalifah. Pada masa khalifah Ali bin Abi
Thalib, masalah politik semakin meruncing. Banyak dari pendukung Khalifah Ali
yang berubah haluan menjadi pemberontak karena kekecewaan mereka atas
persetujuan Khalifah Ali menerima genjatan senjata dengan Mu’awiyah. Pada masa
inilah cikal bakal munculnya aliran teologi Islam berkembang. Diantaranya
Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Asy’ariyah, Maturidiyah, Syi’ah dan sebagainya.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setelah melihat pembahasan
diatas, dapat disimpulkan bahwa ilmu kalam merupakan kajian disiplin ilmu keislaman yang membahas
masalah ketuhanan dengan mengedepankan rasionalitas dan nalar manusia. Hal ini
tentunya berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Hadits disertai pemikiran dan
insting manusia. Cikal bakal ilmu kalam sudah ada sejak zaman para sahabat yang
kelak melahirkan berbagai aliran-aliran seperti Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah,
Qadariyah, Jabariyah, Asy’ariyah, Maturidiyah,
Syi’ah dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar,
Rosihon, Ilmu
Kalam (Bandung: Pustaka Setia, 2003).
Anwar,
Rosihon; Solihin, M, Ilmu Tasawwuf (Bandung: Pustaka Setia, 2014)
Anonim, www.wikipedia.com
Anonim, santriuniversitas.blogspot.com